DINASTI Sang Prabu Siliwangi pada abad ke-15,menjadikan Islam sebagai agamanya secara aman dan damai. Diawali dengan sebab adanya pernikahan kedua Sang Prabu Siliwangi dengan Subang Larang putri KiGedeng Tapa, Syah Bandar Cirebon. Subang Larang adalahsantri Syekh Kuro atau Syekh Hasanuddin dengan pesantrennya di Karawang. Dinasti Sang Prabu Siliwangidari pernikahannya dengan Subang Larang, terlahirlah tiga orang putra putri. Pertama, PangeranWalangsungsang, kedua, Nyai Lara Santang dan ketigaRaja Sangara. Ketiga-tiganya masuk Islam.
Pesantren Syekh Kuro
Syekh Kuro yang dikenal pula dengan nama SyekhHasanuddin, memegang peranan penting dalam masuknya pengaruh ajaran Islam ke keluarga Sang PrabuSiliwangi. Persahabatan Ki Gedeng Tapa dengan SyekhKuro, menjadikan putrinya, Subang Larang masantren diPesantren Syekh Kuro. Adapun kedudukan Ki Gedeng Tapa adalah sebagai Syahbandar di Cirebon. Menggantikan KiGedeng Sindangkasih setelah wafat. Ki Gedeng Tapadikenal pula dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati.
Dalam Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari-CPCN karyaPangeran Arya Cirebon yang ditulis (1720) atas dasarNegarakerta Bumi, menuturkan bahwa Ki GedengSinangkasih memiliki kewenangan yang besar. Tidak hanya sebagai Syahbandar di Cirebon semata. Ternyata juga memiliki kewenangan mengangkat menantunya, RadenPamanah Rasa sebagai Maharaja Pakwan Pajajaran dengangelar Sang Prabu Siliwangi.
Adapun istri pertama Sang Prabu Siliwangi adalah NyiAmbet Kasih putri kandung Ki Gedeng Sindangkasih.Istri kedua, Subang Larang putri Ki Gedeng Tapa.Isteri ketiga, Nyai Aciputih Putri dari Ki DampuAwang.
Dari peristiwa pergantian kedudukan di atas ini,antara Ki Gedeng Tapa dan Sang Prabu Siliwangimemiliki kesamaan pewarisan. Keduanya memperoleh kekuasaan berasal dari Ki Gedeng Sindangkasih setelahwafat. Hubungan antara keduanya dikuatkan denganpertalian pernikahan. Sang Prabu Siliwangimempersunting putri Ki Gedeng Tapa yakni SubangLarang. Dengan demikian Sang Prabu Siliwangi adalahmenantu Ki Gedeng Tapa.
Pernikahan di atas ini, mempunyai pengaruh yang besarterhadap kekuasaan politik yang sedang diemban olehSang Prabu Siliwangi. Tidaklah mungkin kelancarankehidupan Kerajaan Hindu Pajajaran, tanpa kerja samaekonomi dengan Syahbandar Cirebon, Ki Gedeng Tapa.Begitu pula sebaliknya, Ki Gedeng Tapa tidak mungkinaman kekuasaannya sebagai Syahbandar, bila tanpaperlindungan politik dari Sang Prabu Siliwangi. Gunamemperkuat power of relation antar keduanya, makadiikat dengan tali pernikahan.
Pengaruh eksternal
Pengaruh islamisasi terhadap Dinasti Sang Prabu Siliwangi tidak dapat dilepaskan hubungan dengan pengaruh Islam di luar negeri. Di Timur Tengah,Fatimiyah (1171) dan Abbasiyah (1258) memang sudahtiada digantikan oleh kekuasaan Mamluk di Mesir danMongol di Baghdad. Namun pada kelanjutan Dinasti Khu Bilai Khan, Mongol pun memeluk Islam. Kemudianmembangun kekaisaran Mongol Islam di India.
Perkembangan kekuasaan politik Islam di Timur Tengahdi bawah Turki semakin berjaya. Konstantinopel dapatdikuasainya (1453). Di Cina Dinasti Ming (1363-1644)memberikan kesempatan orang-orang Islam untuk dudukdalam pemerintahan. Antara lain Laksamana Muslim ChengHo ditugaskan oleh Kaisar Yung Lo memimpin misimuhibah ke-36 negara. Antara lain ke Timur Tengah danNusantara (1405-1430). Membawa pasukan muslim 27.000dengan 62 kapal. Demikian penuturan Lee Khoon Choy,dalam Indonesia Between Myth and Reality. Di CirebonLaksmana Cheng Ho membangun mercusuar. Di Semarangmendirikan Kelenteng Sam Po Kong.
Misi muhibah Laksamana Cheng Ho tidak melakukan perampokan atau penjajahan. Bahkan memberikan bantuan membangun sesuatu yang diperlukan oleh wilayah yang di datanginya. Seperti Cirebon dengan mercusuarnya.Oleh karena itu, kedatangan Laksamana Cheng Hodisambut gembira oleh Ki Gedeng Tapa sebagaiSyahbandar Cirebon.
Perubahan tatanan dunia politik dan ekonomi yangdipengaruhi oleh Islam seperti di atas, berdampakbesar dalam keluarga Sang Prabu Siliwangi. Terutamasekali pengaruhnya terhadap Ki Gedeng Tapa sebagai Syahbandar di Cirebon.
Karena sangat banyak kapal niaga muslim yang berlabuh di pelabuhan Cirebon, kapal niaga dari India Islam,Timur Tengah Islam dan Cina Islam. Pembangunan mercusuar di pelabuhan Cirebon memungkinkan tumbuhnya rasa simpati Ki Gedeng Tapa sebagai Syahbandar Cirebon terhadap Islam. Dapat dilihat dari putrinya SubangLarang, sebelum dinikahkan dengan Sang PrabuSiliwangi, dipesantrenkan terlebih dahulu ke SyekhKuro. Di bawah kondisi keluarga dan pengaruh eksternal yang demikian ini, putra putri Sang Prabu Siliwangimencoba lebih mendalami Islam dengan berguru ke SyekhDatuk Kahfi dan Naik Haji.
Gunung dan guru
Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari kelanjutannya menuturkan, setiap dalam upaya pencarian guru pastitempat tinggalnya ada di Gunung. Tampaknya sudah menjadi rumus, para Guru Besar Agama atau Nabi selaluberada di Gunung. Dapat kita baca Rasulullah saw juga menerima wahyu Al Quran dan diangkat sebagai Rasul diJabal Nur. Jauh sebelumnya, Nabi Adam as dijumpakankembali dengan Siti Hawa ra, di Jabal Rahmah.
Tempat pendaratan Kapal Nuh as setelah banjir meredadi Jabal Hud. Pengangkatan Musa as sebagai Nabi diJabal Tursina. Demikian pula Wali Sanga selalu terkaitaktivitas dakwah atau ma kamnya dengan gunung. Tidakberbeda dengan kisah islamisasi putra putri PrabuSiliwangi erat hubungannya dengan guru-guru yangberada di gunung.
Subang Larang tidak mungkin mengajari Islam putra putrinya sendiri di istana Pakuan Pajajaran. Diizinkan putra pertamanya Pangeran Walangsungsang untuk berguruke Syekh Datuk Kahfi di Gunung Amparan Jati. Di siniPangeran Walangsungsang diberi nama Samadullah.
Walaupun demikian Pangeran Walangsungsang harus pula berguru kedua guru Sanghyang Naga di Gunung Ciangkapdan Nagagini di Gunung Cangak. Di sini PangeranWalangsungsang diberikan gelar Kamadullah. Di GunungCangak ini pula berhasil mengalahkan Raja Bango.Pangeran Walangsungsang diberi gelar baru lagi RadenKuncung. Dari data yang demikian, penambahan atau pergantian nama memiliki pengertian sebagai ijazah lulus dan wisuda dari studi di suatu perguruan.
Dengan cara yang sama Lara Santang harus pula mengaji ke Syekh Datuk Kahfi Cirebon. Dalam Naskah Babad Cirebon dikisahkan Lara Santang sebelum sampai keCirebon, berguru terlebih dahulu ke Nyai Ajar Sekatidi Gunung Tangkuban Perahu. Kemudian menyusul berguruke Ajar Cilawung di Gunung Cilawung. Di sini setelahlulus diberi nama Nyai Eling.
Naik haji
Atas anjuran Syekh Datuk Kahfi agar PangeranWalangsungsang dan Lara Santang Naik Haji. Ternyatadalam masa Ibadah Haji di Makkah, Lara Santangdipersunting oleh Maolana Sultan Mahmud disebut pula Syarif Abdullah dari Mesir. Lara Santang setelah haji dikenal dengan nama Syarif Mudaim. Dari pernikahannya dengan Syarif Abdullah, lahir putranya, Syarif Hidayatullah pada 12 Mualid 1448 dikenal pula setelahwafat dengan nama Sunan Gunung Jati. Dan putra keduaadalah Syarif Nurullah.
Walangsungsang setelah haji, dikenal dengan nama Haji Abdullah Iman. Karena sebagai Kuwu di Pakungwati,dikenal dengan nama Cakrabuana. Prestasi Cakrabuana yang demikian menarik perhatian Sang Prabu Siliwangi,diberi gelar Sri Mangana. Pengakuan Sang PrabuSiliwangi yang demikian ini, menjadikan adikWalangsungsang atau Cakrabuana, yakni Raja Sangaramasuk Islam dan naik haji kemudian berubah nama menjadi Haji Mansur.
Untuk lebih lengkapnya kisah islamisasi Dinasti SangPrabu Siliwangi, dapat dibaca pada Dr. H. Dadan WildanM.Hum, Sunan Gunung Jati Antara Fiksi dan Fakta.
Silsilah Prabu Siliwangi
Kembali ke masalah pokok artikel saya di atas ini.Suatu artikel yang saya angkat dari karya Dr. H. Dadan Wildan M.Hum. Bagi saya sejarah Prabu Siliwangi merupakan belukar yang sukar saya pahami. Dari karyaDr. H. Dadan Wildan M.Hum ada bagian sangat menarik,Carita Purwaka Caruban Nagari-CPCN karya Pangeran AryaCerbon 1720. Diangkat dari terjemahannya karya Pangeran Sulendraningrat (1972), dan Drs. Atja (1986).
Prabu Siliwangi seorang raja besar dari Pakuan Pajajaran. Putra dari Prabu Anggalarang dari dinastiGaluh yang berkuasa di Surawisesa atau Kraton Galuh.Pada masa mudanya dikenal dengan nama Raden PamanahRasa. Diasuh oleh Ki Gedeng Sindangkasih, seorang juru pelabuhan Muara Jati.
Istri pertama adalah Nyi Ambetkasih, putri dari KiGedengkasih. Istri kedua, Nyai Subang Larang putridari Ki Gedeng Tapa. Ketiga, Aciputih Putri dari KiDampu Awang.
Selain itu, CPCN juga menuturkan silsilah Prabu Siliwangi sebagai ke turunan ke-12 dari Maharaja Adimulia. Selanjutnya bila diurut dari bawah ke atas,Prabu Siliwangi (12) adalah putra dari (11) PrabuAnggalarang, (10) Prabu Mundingkati (9) PrabuBanyakwangi (8) Banyaklarang (7) Prabu Susuk tunggal(6) Prabu Wastukencana (5) Prabu Linggawesi (4) PrabuLinggahiyang (3) Sri Ratu Purbasari (2) PrabuCiungwanara (1) Maharaja Adimulia. Sudah menjaditradisi penulisan silsilah, hanya menuliskan urutannama. Tidak dituturkan peristiwa apa yang dihadapipada zaman pelaku sejarah yang menyangdang nama-nama tersebut. Kadang-kadang juga disebut makamnya di mana.
Pengenalan Islam
Adapun Dinasti Prabu Siliwangi yang masuk Islam adalah dari garis ibu, Subang Larang. Dapat dipastikan dari Subang Larang ajaran Islam mulai dikenal oleh putra-putrinya. Walaupun Subang Larang sebagai putriKi Gedeng Taparaja Singapora bawahan dari KerajaanPajajaran. Namun Subang Larang adalah murid dari SyekhHasanuddin atau dikenal pula sebagai Syekh Kuro.
Adapun putra pertama adalah Walangsungsang. Kedua,putri Nyai Larang Santang. Ketiga, Raja Sangara. Tidakmungkin Subang Larang dengan bebas membelajarkanajaran Islam secara terbuka dalam lingkungan istana.Oleh karena itu, Walangsungsang, mempelopori meninggalkan istana dan berguru kepada Syekh DatukKahfi di Gunung Amparan Jati di Cirebon. Syekh DatukKahfi dikenal pula dengan nama Syekh Nuruljati.
Dalam pengajian dengan Syekh Nurjati, diwisuda dengan ditandai pergantian nama menjadi Ki Somadullah.Kemudian membuka pedukuhan baru, Kebon Pesisir.Kelanjutannya menikah dengan Nyai Kencana Larang putriKi Gedeng Alang Alang. Dari sini memperoleh gelar baruKi Wirabumi.***
Pesantren Syekh Kuro
Syekh Kuro yang dikenal pula dengan nama SyekhHasanuddin, memegang peranan penting dalam masuknya pengaruh ajaran Islam ke keluarga Sang PrabuSiliwangi. Persahabatan Ki Gedeng Tapa dengan SyekhKuro, menjadikan putrinya, Subang Larang masantren diPesantren Syekh Kuro. Adapun kedudukan Ki Gedeng Tapa adalah sebagai Syahbandar di Cirebon. Menggantikan KiGedeng Sindangkasih setelah wafat. Ki Gedeng Tapadikenal pula dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati.
Dalam Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari-CPCN karyaPangeran Arya Cirebon yang ditulis (1720) atas dasarNegarakerta Bumi, menuturkan bahwa Ki GedengSinangkasih memiliki kewenangan yang besar. Tidak hanya sebagai Syahbandar di Cirebon semata. Ternyata juga memiliki kewenangan mengangkat menantunya, RadenPamanah Rasa sebagai Maharaja Pakwan Pajajaran dengangelar Sang Prabu Siliwangi.
Adapun istri pertama Sang Prabu Siliwangi adalah NyiAmbet Kasih putri kandung Ki Gedeng Sindangkasih.Istri kedua, Subang Larang putri Ki Gedeng Tapa.Isteri ketiga, Nyai Aciputih Putri dari Ki DampuAwang.
Dari peristiwa pergantian kedudukan di atas ini,antara Ki Gedeng Tapa dan Sang Prabu Siliwangimemiliki kesamaan pewarisan. Keduanya memperoleh kekuasaan berasal dari Ki Gedeng Sindangkasih setelahwafat. Hubungan antara keduanya dikuatkan denganpertalian pernikahan. Sang Prabu Siliwangimempersunting putri Ki Gedeng Tapa yakni SubangLarang. Dengan demikian Sang Prabu Siliwangi adalahmenantu Ki Gedeng Tapa.
Pernikahan di atas ini, mempunyai pengaruh yang besarterhadap kekuasaan politik yang sedang diemban olehSang Prabu Siliwangi. Tidaklah mungkin kelancarankehidupan Kerajaan Hindu Pajajaran, tanpa kerja samaekonomi dengan Syahbandar Cirebon, Ki Gedeng Tapa.Begitu pula sebaliknya, Ki Gedeng Tapa tidak mungkinaman kekuasaannya sebagai Syahbandar, bila tanpaperlindungan politik dari Sang Prabu Siliwangi. Gunamemperkuat power of relation antar keduanya, makadiikat dengan tali pernikahan.
Pengaruh eksternal
Pengaruh islamisasi terhadap Dinasti Sang Prabu Siliwangi tidak dapat dilepaskan hubungan dengan pengaruh Islam di luar negeri. Di Timur Tengah,Fatimiyah (1171) dan Abbasiyah (1258) memang sudahtiada digantikan oleh kekuasaan Mamluk di Mesir danMongol di Baghdad. Namun pada kelanjutan Dinasti Khu Bilai Khan, Mongol pun memeluk Islam. Kemudianmembangun kekaisaran Mongol Islam di India.
Perkembangan kekuasaan politik Islam di Timur Tengahdi bawah Turki semakin berjaya. Konstantinopel dapatdikuasainya (1453). Di Cina Dinasti Ming (1363-1644)memberikan kesempatan orang-orang Islam untuk dudukdalam pemerintahan. Antara lain Laksamana Muslim ChengHo ditugaskan oleh Kaisar Yung Lo memimpin misimuhibah ke-36 negara. Antara lain ke Timur Tengah danNusantara (1405-1430). Membawa pasukan muslim 27.000dengan 62 kapal. Demikian penuturan Lee Khoon Choy,dalam Indonesia Between Myth and Reality. Di CirebonLaksmana Cheng Ho membangun mercusuar. Di Semarangmendirikan Kelenteng Sam Po Kong.
Misi muhibah Laksamana Cheng Ho tidak melakukan perampokan atau penjajahan. Bahkan memberikan bantuan membangun sesuatu yang diperlukan oleh wilayah yang di datanginya. Seperti Cirebon dengan mercusuarnya.Oleh karena itu, kedatangan Laksamana Cheng Hodisambut gembira oleh Ki Gedeng Tapa sebagaiSyahbandar Cirebon.
Perubahan tatanan dunia politik dan ekonomi yangdipengaruhi oleh Islam seperti di atas, berdampakbesar dalam keluarga Sang Prabu Siliwangi. Terutamasekali pengaruhnya terhadap Ki Gedeng Tapa sebagai Syahbandar di Cirebon.
Karena sangat banyak kapal niaga muslim yang berlabuh di pelabuhan Cirebon, kapal niaga dari India Islam,Timur Tengah Islam dan Cina Islam. Pembangunan mercusuar di pelabuhan Cirebon memungkinkan tumbuhnya rasa simpati Ki Gedeng Tapa sebagai Syahbandar Cirebon terhadap Islam. Dapat dilihat dari putrinya SubangLarang, sebelum dinikahkan dengan Sang PrabuSiliwangi, dipesantrenkan terlebih dahulu ke SyekhKuro. Di bawah kondisi keluarga dan pengaruh eksternal yang demikian ini, putra putri Sang Prabu Siliwangimencoba lebih mendalami Islam dengan berguru ke SyekhDatuk Kahfi dan Naik Haji.
Gunung dan guru
Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari kelanjutannya menuturkan, setiap dalam upaya pencarian guru pastitempat tinggalnya ada di Gunung. Tampaknya sudah menjadi rumus, para Guru Besar Agama atau Nabi selaluberada di Gunung. Dapat kita baca Rasulullah saw juga menerima wahyu Al Quran dan diangkat sebagai Rasul diJabal Nur. Jauh sebelumnya, Nabi Adam as dijumpakankembali dengan Siti Hawa ra, di Jabal Rahmah.
Tempat pendaratan Kapal Nuh as setelah banjir meredadi Jabal Hud. Pengangkatan Musa as sebagai Nabi diJabal Tursina. Demikian pula Wali Sanga selalu terkaitaktivitas dakwah atau ma kamnya dengan gunung. Tidakberbeda dengan kisah islamisasi putra putri PrabuSiliwangi erat hubungannya dengan guru-guru yangberada di gunung.
Subang Larang tidak mungkin mengajari Islam putra putrinya sendiri di istana Pakuan Pajajaran. Diizinkan putra pertamanya Pangeran Walangsungsang untuk berguruke Syekh Datuk Kahfi di Gunung Amparan Jati. Di siniPangeran Walangsungsang diberi nama Samadullah.
Walaupun demikian Pangeran Walangsungsang harus pula berguru kedua guru Sanghyang Naga di Gunung Ciangkapdan Nagagini di Gunung Cangak. Di sini PangeranWalangsungsang diberikan gelar Kamadullah. Di GunungCangak ini pula berhasil mengalahkan Raja Bango.Pangeran Walangsungsang diberi gelar baru lagi RadenKuncung. Dari data yang demikian, penambahan atau pergantian nama memiliki pengertian sebagai ijazah lulus dan wisuda dari studi di suatu perguruan.
Dengan cara yang sama Lara Santang harus pula mengaji ke Syekh Datuk Kahfi Cirebon. Dalam Naskah Babad Cirebon dikisahkan Lara Santang sebelum sampai keCirebon, berguru terlebih dahulu ke Nyai Ajar Sekatidi Gunung Tangkuban Perahu. Kemudian menyusul berguruke Ajar Cilawung di Gunung Cilawung. Di sini setelahlulus diberi nama Nyai Eling.
Naik haji
Atas anjuran Syekh Datuk Kahfi agar PangeranWalangsungsang dan Lara Santang Naik Haji. Ternyatadalam masa Ibadah Haji di Makkah, Lara Santangdipersunting oleh Maolana Sultan Mahmud disebut pula Syarif Abdullah dari Mesir. Lara Santang setelah haji dikenal dengan nama Syarif Mudaim. Dari pernikahannya dengan Syarif Abdullah, lahir putranya, Syarif Hidayatullah pada 12 Mualid 1448 dikenal pula setelahwafat dengan nama Sunan Gunung Jati. Dan putra keduaadalah Syarif Nurullah.
Walangsungsang setelah haji, dikenal dengan nama Haji Abdullah Iman. Karena sebagai Kuwu di Pakungwati,dikenal dengan nama Cakrabuana. Prestasi Cakrabuana yang demikian menarik perhatian Sang Prabu Siliwangi,diberi gelar Sri Mangana. Pengakuan Sang PrabuSiliwangi yang demikian ini, menjadikan adikWalangsungsang atau Cakrabuana, yakni Raja Sangaramasuk Islam dan naik haji kemudian berubah nama menjadi Haji Mansur.
Untuk lebih lengkapnya kisah islamisasi Dinasti SangPrabu Siliwangi, dapat dibaca pada Dr. H. Dadan WildanM.Hum, Sunan Gunung Jati Antara Fiksi dan Fakta.
Silsilah Prabu Siliwangi
Kembali ke masalah pokok artikel saya di atas ini.Suatu artikel yang saya angkat dari karya Dr. H. Dadan Wildan M.Hum. Bagi saya sejarah Prabu Siliwangi merupakan belukar yang sukar saya pahami. Dari karyaDr. H. Dadan Wildan M.Hum ada bagian sangat menarik,Carita Purwaka Caruban Nagari-CPCN karya Pangeran AryaCerbon 1720. Diangkat dari terjemahannya karya Pangeran Sulendraningrat (1972), dan Drs. Atja (1986).
Prabu Siliwangi seorang raja besar dari Pakuan Pajajaran. Putra dari Prabu Anggalarang dari dinastiGaluh yang berkuasa di Surawisesa atau Kraton Galuh.Pada masa mudanya dikenal dengan nama Raden PamanahRasa. Diasuh oleh Ki Gedeng Sindangkasih, seorang juru pelabuhan Muara Jati.
Istri pertama adalah Nyi Ambetkasih, putri dari KiGedengkasih. Istri kedua, Nyai Subang Larang putridari Ki Gedeng Tapa. Ketiga, Aciputih Putri dari KiDampu Awang.
Selain itu, CPCN juga menuturkan silsilah Prabu Siliwangi sebagai ke turunan ke-12 dari Maharaja Adimulia. Selanjutnya bila diurut dari bawah ke atas,Prabu Siliwangi (12) adalah putra dari (11) PrabuAnggalarang, (10) Prabu Mundingkati (9) PrabuBanyakwangi (8) Banyaklarang (7) Prabu Susuk tunggal(6) Prabu Wastukencana (5) Prabu Linggawesi (4) PrabuLinggahiyang (3) Sri Ratu Purbasari (2) PrabuCiungwanara (1) Maharaja Adimulia. Sudah menjaditradisi penulisan silsilah, hanya menuliskan urutannama. Tidak dituturkan peristiwa apa yang dihadapipada zaman pelaku sejarah yang menyangdang nama-nama tersebut. Kadang-kadang juga disebut makamnya di mana.
Pengenalan Islam
Adapun Dinasti Prabu Siliwangi yang masuk Islam adalah dari garis ibu, Subang Larang. Dapat dipastikan dari Subang Larang ajaran Islam mulai dikenal oleh putra-putrinya. Walaupun Subang Larang sebagai putriKi Gedeng Taparaja Singapora bawahan dari KerajaanPajajaran. Namun Subang Larang adalah murid dari SyekhHasanuddin atau dikenal pula sebagai Syekh Kuro.
Adapun putra pertama adalah Walangsungsang. Kedua,putri Nyai Larang Santang. Ketiga, Raja Sangara. Tidakmungkin Subang Larang dengan bebas membelajarkanajaran Islam secara terbuka dalam lingkungan istana.Oleh karena itu, Walangsungsang, mempelopori meninggalkan istana dan berguru kepada Syekh DatukKahfi di Gunung Amparan Jati di Cirebon. Syekh DatukKahfi dikenal pula dengan nama Syekh Nuruljati.
Dalam pengajian dengan Syekh Nurjati, diwisuda dengan ditandai pergantian nama menjadi Ki Somadullah.Kemudian membuka pedukuhan baru, Kebon Pesisir.Kelanjutannya menikah dengan Nyai Kencana Larang putriKi Gedeng Alang Alang. Dari sini memperoleh gelar baruKi Wirabumi.***
